Artikel

25-Jun-2017

Fr. Yoseph Didik Mardiyanto

Jangan Takut!

sumber: http://s961.photobucket.com/albums/ae97/gusmendem/bloch-sermononthemount-resized.jpg

Dalam tahbisan Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Mgr. Ignatius Suharyo berkelakar demikian, “Jika dulu Yesus mengutus para murid disertai wejangan bahwa seluruh helai rambut akan dihitung, apalagi kalau cuma rambut kumis. Maka, kumisnya tidak perlu dihilangkan, kalau perlu justru disemir.”

Kelakar ini, meski disambut tawa seluruh umat yang hadir, namun menurut saya bermakna sangat mendalam. Waktu itu, Mgr. Ruby berkonsultasi perihal ‘kumis’ kepada Mgr. Suharyo, yang intinya: perlu dicukur atau tidak. Namun, Mgr. Suharyo menangkap ini sebagai bentuk kesiapsediaan untuk diutus, yaitu berani meninggalkan segalanya demi sebuah tugas perutusan.

Tidak bisa tidak, sebentuk kumis beruban itu adalah ‘trade-mark’ dari Mgr. Ruby, namun ‘demi’ tugas perutusan menjadi ‘Rama Kanjeng’, beliau rela (ingin) mencukur, namun tampaknya ‘dicegah’ oleh Mgr. Suharyo dengan kelakar lain yang mengatakan, “ Mgr. Ruby tanpa kumis itu bagai Gatotkaca ‘ilang’ (hilang) ‘gapite’ (gapit: kayu atau tulang yang digunakan untuk menggerakkan wayang. Tanpa ‘gapit’, wayang tidak bisa dilakonkan).

Kembali soal ‘kumis’, barangkali saya, secara pribadi, menggambarkan ‘kumis’ ini sebagai sebuah sebentuk ketakutan berbalut kelemahan dan kerapuhan diri, sehingga perlu mendapat sikap dari dalam diri secara khusus pula.

Seperti kelakar Mgr. Suharyo bahwa tak sehelai rambut pun akan luput dari perhatian Allah, apalagi kalau hanya rambut kumis, Allah selalu meneguhkan setiap rasa takut dan kemudian mengubahnya menjadi kekuatan untuk mewartakan kebaikan Allah. Ya begitulah, Uskup saya di Keuskupan Agung Semarang (KAS) ini, sudah ba-nyak memberi inspirasi bahkan semenjak sebelum ditahbiskan.

Injil hari ini, juga mengkisahkan tentang ‘rasa-takut’. Ketika berhadapan dengan ‘rasa-takut’, ada dua kemungkinan yang dilakukan manusia: diam saja atau merubah rasa takut itu menjadi sebuah keberanian. Dan, tampaknya hal kedua lah yang diharapkan Allah dari diri kita.

Selama kita hidup di dunia, dan bersentuhan dengan hal-hal duniawi, ketakutan dengan berbagai bentuk, akan senantiasa ‘menghantui’. Ketakutan itu mewujud dalam berbagai macam kegelisahan dan rasa khawatir. Yesus bersabda: “Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”

Rasa takut itu bermacam-macam bentuknya: takut berhadapan dengan masalah berat, takut mengalami kesulitan, takut berjauhan dengan orang yang dicintai, takut tidak bisa hidup tanpa HP dan seterusnya. Kadang kita juga takut kepada reaksi dan komentar orang lain, setiap kali kita hendak berbuat baik dalam rangka mewujudkan iman.

Namun, rasa takut bisa diubah menjadi sebuah keberanian untuk tetap bersikap jujur meski dianggap sok suci; dan tetap memberi meski dianggap sebagai ‘menjilat’ orang lain. Kita percaya dan yakin karena Yesus juga mengatakan: “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.

Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Kekuatan iblis dan roh jahat memang kuat dan menakutkan, tapi hanya Allah saja yang berkuasa atas seluruhnya, sehingga baiklah kita takut dan taat kepada Allah dan kehendakNya saja.

Dan kalau bacaan hari ini diakhiri dengan: “Dan kamu, rambut kepa-lamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit”, Yesus hendak menegaskan bahwa kita sungguh berharga di hadapanNya, dan dalam keadaan apapun Allah akan mengasihi kita dengan berbagai macam cara, termasuk ketika kita sungguh merasa takut melawan diri sendiri dan keadaan.

Selama kita bersedia untuk mencari dia dan bersedia hidup dalam bimbinganNya, Allah akan selalu ada untuk kita.

Semoga melalui bacaan yang kita dengarkan hari ini, kita senantiasa dimampukan untuk mengubah rasa takut kita menjadi keberanian untuk mewartakan kebaikan Allah.

Jangan takut berhadapan dengan kelemahan diri dan situasi yang menggelisahkan.Tuhan Memberkati. (Fr. Yoseph Didik Mardiyanto)