Artikel

21-May-2017

Petrus JS

Roh Kudus Berkarya dalam Diri Kita

sumber: https://margonolucas.files.wordpress.com/2014/05/yesus-menjanjikan-penghibur.jpg

Gereja adalah paguyuban Umat Allah. Gereja menjalani peziarahannya bersama seluruh umat manusia di dunia dengan segala dinamikanya yang terus-menerus berkembang. Ada prinsip-prinsip dasar yang harus dipertahankan, namun juga ada hal-hal yang harus diselaraskan dengan perkembangan dunia saat ini. Gereja bukan tuan, melainkan pelayan bagi seluruh manusia. Pelayan yang baik tentu memberikan yang terbaik bagi yang dilayani. Untuk itulah Gereja hadir dan bisa mempertahankan keberadaannya di dunia dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi umat-Nya.

Dalam perjamuan terakhir, Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul. Ia tidak akan meninggalkan mereka sendirian. Janji Roh Kudus, para rasul mampu mewartakan Injil kepada segala bangsa. Roh Kudus yang dijanjikan Yesus akan menjadi penghibur dan penolong senantiasa hadir dalam Gereja. Di Samaria terbentuk suatu kelompok umat, Roh Kudus turun juga atas mereka itu seperti yang terjadi sebelumnya atas para Rasul. Peristiwa itu menegaskan lahirnya Gereja universal yang dimaksudkan untuk mencakup semua orang. Itulah suatu langkah sangat penting dalam perkembangan Gereja selanjutnya (bacaan pertama).

Orang Kristiani yang mengalami penganiayaan dan penolakan dari pihak lain harus menerima penderitaan dengan semangat Kristus. Tantangan berupa fitnahan dan lain-lain akan dialami, namun semua itu akan dikalahkan dengan cinta kasih. Rasul Petrus dalam suratnya yang pertama mengajak semua orang kristiani untuk berani bersaksi tentang Kristus dengan cinta kasih, kelemahlembutan, pengertian dan kesabaran. Bersama Kristus dan setia kepadaNya akan tampil sebagai pemenang. Dengan cara itulah orang-orang Kristiani memberi kesaksian tentang imannya akan Kristus (bacaan kedua). Dengan diterimanya Roh Kudus yang pernah dijanjikan oleh Yesus sendiri itulah kita dapat percaya akan Dia dan menghayati iman.

Di Samaria Filipus mewartakan Injil dan diterima disana. Banyak orang percaya dan menerima Kristus sebagai Juruselamat. Itu menjadi tanda karya Roh Kudus yang tak terbendung dan tak dapat disangkal oleh siapapun. Kedatangan Petrus dan Yohanes pun kian memperkokoh iman mereka dengan anugerah Roh Kudus. Ada tiga kejadian sekaligus: Mendengarkan Kabar Gembira, meyaksikan dampaknya di tengah-tengah umat dan bersama-sama umat bersukacita atas semuanya itu. Mendengar, menyaksikan dan bersukacita. Bila kita sampai pada inti Kabar Gembira tentang Injil Yesus Kristus maka kita sampai pada tiga hal tadi. Baik perorangan maupun secara bersama-sama yang senantiasa mengandalkan bimbingan Roh Kudus dan sungguh mendengarkan dengan benar Injil, maka umat akan sampai pada inti Injil yaitu keselamatan.

Datang dan hadirnya Roh Kudus merupakan awal segalanya untuk diperbaharui. Roh yang turus atas para rasul itu menjadikan segala sesuatunya hidup dan semuanya menjadi satu. Roh itu dianugerahkan pula kepada Gereja dewasa ini. Roh itulah yang mengatur sehingga orang beriman setia bersatu dengan Yesus dan tetap mencintai-Nya. Apa artinya kita mencintai Yesus? “Jikalau kamu mengasihi Aku kamu akan menuruti segala perintahKu”(Yoh 14:15).

Beriman akan Yesus dan mencintaiNya berarti menuruti perintah-perintahNya. “Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12). Hidup dalam kasih adalah tanda bahwa Gereja terbuka terhadap bisikan dan dorongan Roh Kudus dalam berkarya. Mengamalkan kasih berarti melaksanakan perintah Yesus. Kehidupan Yesus menyatu dengan kehidupan Gereja! Daya hidup Yesus harus nampak dalam seluruh pola tingkah laku Gereja. Gereja seperti itulah yang terbuka terhadap karya Roh; itulah Gereja mempunyai makna bagi dunia ini, yang kehadirannya dibutuhkan di dunia ini! Dunia kita perlu percaya bahwa Yesuslah Juruselamat yang diutus pleh Bapa di Surga.

Namun harus diakui bahwa dalam diri Gereja sendiri ada unsur-unsur yang menolak Roh Kudus. Kita, baik sebagai umat maupun sebagai individu, seringkali memasung Roh Kudus dalam kelemahan-kelemahan dan keterbatasan-keterbatasan kita. Kita tidak jarang menjadi penghalang bagi Roh Kudus sehingga Ia tidak lagi dapat bekerja dengan leluasa dalam lingkungan Gereja maupun dalam dunia untuk keselamatan semua orang. Kita semua, apapun tugas dan tanggung jawab kita dalam Gereja dan masyarakat, wajib saling mendoakan dan membantu agar selalu terbuka terhadap kehadiran dan karya Roh Kudus.

Dalam bimbingan Roh Kudus, semoga kita tekun dan setia mendengarkan Sabda Allah dan meresapkan makna terdalam yang terkandung di dalamnya. Kita pun akan menyaksikan karya-karya Tuhan yang ajaib di tengan umat yang melaksakan Sabda itu. Selanjutnya umat akan terhibur dan bersukacita karenanya. Di situlah Roh Kudus ambil peranan dalam hidup kita, Gereja yang hidup, dalam menentukan langkah-langkah terbaik agar tugas perutusan dari Yesus tetap menjadi inti perjuangan Gereja. Oleh karena itu kita akan selalu memohon: Datanglah, yan Roh Pencipta, terangi hati kami, umat-Mu. (#petrusjs)